Pasca Program Optimalisasi Lahan ( OPLAH) Tahun 2021 Petani Desa Sejagung Dan Semuntul Terjerit

BANYUASIN0 Dilihat

Palembang.upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan produktivitas petani padi tahun 2021 lalu telah lakukan optimasi lahan di desa di kabupaten Banyuasin berupa program Oplah ( optimalisasi Lahan ) dari kementerian pertanian yang menunjuk langsung pihak TNI perpanjangan tangan pemerintah pusat selaku pelaksana dari program tersebut.

Mengutip pemberitaan kunjung Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi akhir tahun 2021 lalu, beliau mengatakan bahwa,dalam itu beliau turun langsung untuk melihat perkembangan Program Food Estate di Kabupaten Banyuasin. “Saya datang kesini untuk memastikan pekerjaan yang diberikan kepada kami dari Dinas Kementerian Pertanian berjalan dengan baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat”, kata Pangdam.(6/12/2021).

Pangdam juga meyakini bahwa, tanah yang ada di wilayah Banyuasin sangat subur, apabila dikelola dengan baik. Untuk itu Pangdam mengajak seluruh masyarakat untuk bercocok tanam yang baik agar hasil yang didapat melimpah.

Desa sejagung dan semuntul salah satu di kabupaten Banyuasin yang menjadi ceremoni dalam program tersebut, karena panglima TNI Sriwijaya sebelum nya sangat optimis bahwa program ini sangat bantu petani di desa tersebut dalam meningkatkan produktivitas mereka dari sebelumnya.

Tapi sampai saat ini warga 2 desa tersebut nasib berkata lain, bagi warga yang lahannya yang tersentuh dengan program ini , sepertinya sawahnya makin terpuruk dari sebelumnya.

Dengan adanya kejadian ini warga tersebut merasa bingung,kemana kami akan mengadu, sementara pemerintah desa setempat tidak bisa mengambil solusi , mereka sangat mengharapkan kepada bupati Banyuasin, Panglima II Sriwiijaya serta kepala Dinas pertanian dan holtikultura Sumsel untuk tinjau pasca pekerjaan program Oplah di desa mereka ini.

Keterangan mereka Sejak di buatnya oplah tersebut aktivitas kami untuk tanam padi menjadi banyak kendala dari sektor pengairan.

Pada19 Juni 2022 Diduga Tanggul jebol yang diakibatkan oleh galian Opla di dusun 6 Desa Semuntul Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.

Saat dikonfirmasi awak media bapak Ali selaku warga setempat menerangkan bahwa masalah jebolnya tanggul itu diakibatkan oleh galian Opla yang berada di dusun 6 Desa Semuntul sehingga membuat Warga merasa dirugikan waktu dan materi karena tanaman padi rusak disebabkan galian tersebut. seharusnya tujuan galian Opla adalah untuk memperbaiki sistem lahan pertanian yang mana bisa membuat 2 kali panen dalam setahun tapi sebaliknya galian itu yang mengakibatkan kerusakan lahan jangankan 2 kali panen dalam setahun bahkan 1 kali panen dalam setahun pun warga terancam gagal. Jelasnya

Hal tersebut membuat lahan yang kami garap sekarang ini tenggelam itu akibat jebolnya tanggul tersebut dan tidak adanya pintu air keluar, kami kasih paralon tapi tidak cukup dan kami secara gotong royong untuk membendung jebolan tanggul bahkan kami meminta warga untuk membendung secara manual ada yang habiskan biaya sampai jutaan rupiah tetap saja jebol hanya sia-sia saja, karena galian pertama ekskavator ukuran kecil,”pungkas nya

Ditempat yang berbeda Boni selaku tokoh Masyarakat menjelaskan,” bahwa pembu atan tanggul tersebut disenyalir tidak ada Musyawarah dengan warga kami , hanya mengetahui nama pekerjaan dan jumlah dana nya saja dan kami tidak mengetahui adanya papan Proyek pekerjaan. Kita sudah menghubunggi kepala desa Semuntul melalui telpon masalah jebol tanggul tersebut,” ujarnya

Terkait kondisi oplah di desa Semuntul saat di mintai keterangan jawaban bapak Zul Selaku Kepala desa menerangkan galian itu di mulai saya belum menjadi kepala desa tapi sudah saya usahakan mungkin tahun ini tak mungkin ada perbaikan karena warga sudah nanam padi,” jelasnya

Adapun tanggapan dari Ahyar warga Desa Semuntul sangat menyayangkan pekerjaan oplah tersebut, karena tanggul kurang lebar dan tinggi sehingga jebol terkikis air dan tolong kepada pihak pihak terkait bilamana dikemudian hari ada pekerjaan galian dilakukan dengan sebaik baiknya dan jangan merusak lahan warga,” paparnya

Sedangkan disisi lain Bapak Ali selaku Masyarakat meminta dan berharap kepada pemerintah Desa untuk mengajukan perbaikan dan Kepada Pemda supaya turun kelokasi meliahat langsung keadaan persawahan kami karena dalam satu tahun kami hanya mengharap hasil sawah itu sehingga pada jebolnya tanggul tersebut membuat hasil sawah kami ini sangat menurun bahkan gagal panen karena sawah inilah mata pencaharian bagi kami,”Tegasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *