Kinerja KONI Sumsel Dipertanyakan Cabor Bentuk Forum

SUMSEL1 Dilihat

Palembang, (daengnews ) Diduga kemelut di tubuh KONI Sumatera Selatan sudah mulai terasa, saat ini mulai tersebar issu dari ada kata matahari kembar hingga adanya beberapa kebijakan Koni  yang melanggar AD/ART, padahal organisasi ini jelas menggunakan anggaran pemerintah daerah yang harus dipertanggungjawabkan.

Dari kondisi tersebut beberapa cabor memiliki wacana pembentukan Forum Pengprov Cabor guna, menjalin komunikasi antar pengurus cabor dan menentukan arah kedepan pembinaan olahraga prestasi di provinsi Sumatera Selatan tanpa adanya campur tangan pihak KONI Sumsel.

Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Umum IPSI Sumsel, Darlis. Dirinya kecewa atas kinerja koni Sumsel periode 2019-2024 yang di pimpin Hendri Zainudin dengan keunggulan 45 suara dari pesaingnya MA Aliandra Gantada yang mendapat 29 suara dari total 74 pemilih di Musporprov. Namun hingga sekarang belum mengakomodir kebutuhan dan kepentingan Pengprov Cabor.

“Jadi menurut saya, bagaimana atlet Sumsel akan setara dan sejajar dengan Provinsi lain, kalau manajemennya saja masih carut marut, dikemanakan saja anggaran selama ini yang digelontorkan oleh pemerintah daerah yang selama ini KONI kelola,” ucap Darlis, Sabtu(11/9/2021) di Palembang.

Darlis juga mengakui bahwa dalam waktu dekat, dirinya dan pengurus cabor lain akan melakukan konsolidasi dan komunikasi serta membentuk Forum kominukasi cabor, hal ini dilakukan tidak lain adalah untuk menyikapi kondisi prestasi olahraga di Sumatera Selatan kedepan dan tidak menutup kemungkinan ketika forum terbuntuk akan mengambil sikap mosi tidak percaya terhadap ke pemimpinan Hendri Zainudin selaku ketua KONI sumsel.

“ Dalam waktu dekat kami akan mencoba membangun komunikasi ke pengurus cabor untuk melebur dan membentuk wadah atau Forum cabor guna menyikapi pembinaan olahraga prestasi di sumsel dan tidak meutup kemungkinan ketika Forum ini terbentuk akan melakukan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan KONI Sumsel di bawah kepemimpinan Hendri Zainudin,” Tandas Darlis.

Sementara itu Sekretaris Umum Pengprov PASI Sumsel, Zulpaini M Ropi, sangat mendukung di bentuknya Forum Cabor kalau memang bertujuan untuk memperbaiki manajemen pembinaan olahraga prestasi di Sumatera Selatan.

“ kalau memang tujuannya untuk memperbaiki manajen pembinaan olahraga presrtasi di Sumsel secara pribadi dan organisasi sangat mendukung terbentuknya Forum Cabor, karena memang kami melihat kinerja KONI Sumsel belum melaksanakan kinerjanya dengan baik, membangun sinergitas antar cabor,” Kata Zul.

Zulpaini juga mengakui bahwa cabornya pada tahun 2020 sama sekali tidak menerima bantuan dalam bentuk apapun dari KONI Sumsel, padahal anggaran yang diserap sebesar Rp 9 Milyar namun justru banyak di manfaatkan hanya untuk kegiatan operasional KONI Sumsel, sedangkan Cabor yang memang mencetak atlet berprestasi Rp.0,” tegas Zulfaini.

“Harapan kami dulu KONI Sumsel dipimpin orang yang benar-benar gila olahraga. Bukan hanya mau, kalau mau saya kira banyak yang bersedia jadi ketua umum KONI. Tapi kalau sudah mencintai mereka akan bekerja dengan hati, tapi sekarang kami rasakan jauh dari harapan” terang Zul.

Dirinya melanjutkan, Alasan yang selalu disampaikan pihak Koni tersebut terkadang tidak masuk akal, dari bulan ke bulan dia menjanjikan untuk pencairan, tapi sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda pencairan dana pembinaan  ke cabor baik berupa kegiatan ataupun peralatan pendukung pembinaan olahraga prestasi hingga dana oprasional Pengprov Cabor.

“ Padahal pada saat masa pemilihan Hendri Zainudin berjanji dihadapan pengurus masing – masing Pengprov Cabor akan diberikan uang pembinaan sebesar Rp 75 Juta dan Rp. 100 Juta untuk KONI Kabupaten/Kota namun hingga tahun kedua belum ada yang terealisasi,” tandas Zulfani (  ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *